Oleh: Adrian Tuswandi, Wartawan Senior
Siapa sangka, negara dengan populasi hanya 530 ribu jiwa mampu menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan kecil di lepas pantai Afrika Barat, telah menorehkan sejarah yang akan dikenang sepanjang masa.
Bukan karena bintang-bintang besar atau serangan mematikan mereka, melainkan karena seorang kiper tua bernama Vozinha yang menjadi pahlawan di balik kesuksesan tim berjuluk Hiu Biru ini.
Perjalanan Tanjung Verde ke Piala Dunia saja sudah seperti cerita dongeng. Negara yang baru merdeka dari Portugal pada 1975 ini harus menunggu lebih dari dua dekade untuk pertama kali mencoba peruntungannya di kualifikasi Piala Dunia pada 2002.
Butuh waktu 24 tahun bagi mereka untuk mewujudkan mimpi terbesar.Puncaknya terjadi ketika mereka berhasil mengalahkan Eswatini dengan skor 3-0 di kandang, sekaligus menyingkirkan raksasa Afrika, Kamerun, dari persaingan.
Dan ketika mereka akhirnya tiba di panggung dunia, tidak ada yang memasang target tinggi untuk tim berperingkat 67 FIFA ini.
Apalagi mereka tergabung dalam grup neraka bersama Spanyol yang saat itu berada di peringkat dua dunia, Uruguay di peringkat 16, dan Arab Saudi di peringkat 61.
Semua orang sudah memvonis bahwa Tanjung Verde hanya akan menjadi bulan-bulanan tim-tim besar.
Editor : Editor