Terakhir, kejatuhan Starmer menunjukkan bahwa kompetensi saja tidak cukup dalam politik.
Ia dikenal sebagai pemimpin yang serius dan berwibawa. Namun banyak pemilih gagal melihat cita-cita besar yang diperjuangkannya. Mereka melihat seorang administrator yang baik, tetapi tidak merasakan hubungan emosional yang kuat dengan kepemimpinannya.
Di sinilah relevansi pesan lain dari Mohammad Natsir. Setelah memasuki fase baru perjuangan, tugas yang sesungguhnya bukan sekadar mengelola kemenangan, tetapi membangun masyarakat. Kekuasaan hanyalah alat. Tujuannya adalah menghadirkan perubahan yang dirasakan rakyat dan menjaga keyakinan mereka terhadap cita-cita yang diperjuangkan.
Kisah Keir Starmer bukan sekadar kisah jatuhnya seorang Perdana Menteri Inggris. Ini adalah pengingat bagi semua gerakan politik bahwa kemenangan pemilu bukanlah garis akhir.
Kemenangan hanyalah awal dari ujian yang sesungguhnya.Rakyat dapat memberikan mandat karena mereka menginginkan perubahan. Namun mereka hanya akan memperbarui mandat itu apabila melihat bahwa perubahan tersebut benar-benar membawa masa depan yang lebih baik.
Dalam bahasa Pak Natsir, kita belum sampai ke pantai. Karena itu, jangan berhenti mendayung. Sebab dalam politik, saat seseorang merasa perjuangannya telah selesai, pada saat itulah kemunduran sering kali dimulai. (***)
Editor : Editor