Ormas dalam Pusaran Demokrasi Elektoral dan Politik Transaksional

Irdam Imran, Esei Resonansi. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Esei Resonansi. (Foto: Ist)

Apakah ada korupsi?

Apakah kebijakan tersebut sesuai dengan konstitusi?

Dan ketika jawabannya tidak, apakah ormas memiliki keberanian untuk mengatakan tidak?

Jika tidak, maka fungsi pengawasan berubah menjadi fungsi pembenaran.

Padahal, negara demokratis justru membutuhkan masyarakat sipil yang berani mengatakan kebenaran kepada kekuasaan.

Fukuyama dan Negara yang Kuat

Pemikiran Francis Fukuyama mengenai state capacity juga relevan dalam membaca persoalan ini.

Negara yang kuat bukanlah negara yang memiliki sebanyak mungkin organisasi pendukung. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki institusi yang efektif, profesional, mampu menjalankan hukum, dan tidak mudah ditundukkan oleh kepentingan kelompok.

Karena itu, penguatan negara seharusnya berjalan bersama dengan penguatan civil society.

Negara kuat tanpa masyarakat sipil yang kuat dapat melahirkan otoritarianisme.

Editor : Editor
PWI SumbarHJK Padang 357 - JPSHJK Padang 357 - JPS 2HJK Padang 357 - FWP DPRD SumbarHJK Padang 357 - KI Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini