Sebaliknya, masyarakat sipil yang kuat tanpa institusi negara yang kuat dapat menghasilkan fragmentasi dan politik jalanan.
Demokrasi membutuhkan keduanya dalam keseimbangan.
Dari Politik Elektoral Menuju Demokrasi Konstitusional
Problem terbesar demokrasi Indonesia bukan kekurangan organisasi masyarakat. Indonesia memiliki ribuan organisasi, komunitas dan kelompok sosial.
Problemnya adalah bagaimana memastikan organisasi-organisasi tersebut tetap independen dari transaksi kekuasaan.
Demokrasi elektoral hanya menentukan siapa yang mendapatkan mandat melalui pemilu. Tetapi demokrasi konstitusional menentukan bagaimana mandat tersebut digunakan.Karena itu, setelah pemilu usai, rakyat tidak boleh kehilangan hak politiknya.
Begitu pula ormas.
Ormas tidak boleh merasa tugasnya selesai setelah memberikan dukungan kepada kandidat atau pemerintahan tertentu. Justru setelah kekuasaan terbentuk, fungsi kritis masyarakat sipil semakin penting.
Sebab kekuasaan selalu memiliki kecenderungan untuk memperluas dirinya.
Editor : Editor


