Penguatan Etika Demokrasi Digital oleh Elit dalam Relasinya dengan Netizen

Irdam Imran, Esei Resonansi. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Esei Resonansi. (Foto: Ist)

Yang harus dicegah adalah ketika perbedaan gagasan berubah menjadi kebencian antarsesama warga.

Ruang digital seharusnya menjadi ruang deliberasi publik, tempat gagasan dipertemukan, kebijakan diuji, dan kekuasaan diawasi.

Bukan ruang untuk membangun kultus individu.

Bukan pula ruang untuk membungkam kritik.

Resonansi

Pada akhirnya, demokrasi digital adalah ujian bagi kedewasaan politik bangsa.

Elit politik harus belajar mendengar suara netizen. Netizen harus belajar mengkritik tanpa kehilangan etika. Pemerintah harus menjamin kebebasan berpendapat sekaligus menegakkan hukum secara adil.

Sebab demokrasi bukan hanya persoalan siapa yang memenangkan pemilu.

Demokrasi juga menyangkut bagaimana kekuasaan memperlakukan mereka yang berbeda pendapat dan bagaimana warga memperlakukan mereka yang berbeda pilihan politik.

Di era digital, kekuasaan boleh memiliki perangkat komunikasi yang besar, tetapi rakyat juga memiliki jutaan akun media sosial.

Karena itu, kekuasaan tidak boleh alergi terhadap kritik dan kebebasan tidak boleh kehilangan tanggung jawab.

Editor : Editor
PWI SumbarHJK Padang 357 - JPSHJK Padang 357 - JPS 2HJK Padang 357 - FWP DPRD SumbarHJK Padang 357 - KI Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini