Ketika Ketua MPR RI Mengingatkan Presiden dan Elite Kekuasaan serta Rakyat untuk Merawat Demokrasi Santun dan Beradab

Irdam Imran, Mantan Birokrat Parlemen Senayan. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Mantan Birokrat Parlemen Senayan. (Foto: Ist)

Demokrasi harus memiliki etika.

Dan politik harus memiliki peradaban.

Sebab kita tidak ingin demokrasi Indonesia berhenti sebagai demokrasi elektoral—sekadar memilih pemimpin setiap lima tahun—tetapi kehilangan substansi demokrasi konstitusional dalam kehidupan sehari-hari.

Demokrasi bukan sekadar soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Demokrasi adalah bagaimana pemenang memperlakukan mereka yang kalah dan bagaimana mereka yang kalah tetap mendapatkan ruang untuk mengawasi serta mengkritik kekuasaan.

Dalam konteks itulah, pesan Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjadi relevan.

Namun, pesan tersebut akan jauh lebih kuat apabila pertama-tama dipraktikkan oleh elite kekuasaan sendiri.

Rakyat akan meniru teladan kekuasaan.

Jika kekuasaan menunjukkan kedewasaan, masyarakat akan belajar kedewasaan.

Jika kekuasaan menghargai kritik, masyarakat akan belajar menghargai perbedaan.

Editor : Editor
PWI Sumbar 2PWI SumbarHJK Padang 357 - JPSHJK Padang 357 - JPS 2HJK Padang 357 - FWP DPRD SumbarHJK Padang 357 - KI Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini