Gunung dan Wisata Masa Depan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Potensi Masa Depan Sumatera Barat

Sumatera Barat merupakan daerah yang dianugerahi bentang alam pegunungan yang luar biasa. Jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang melintasi wilayah ini menghadirkan gunung api dan pegunungan yang menjadi daya tarik wisata kelas nasional.

Dari Gunung Talamau di Pasaman Barat hingga Gunung Kerinci di perbatasan Jambi. Dari Gunung Sago di Kabupaten Limapuluh Kota dan Tanah Datar hingga Gunung Talang di Solok. Dari Gunung Marapi, Singgalang, Tandikek, hingga Gunung Malintang dengan Danau Laut Tinggalnya. Semuanya memiliki karakter, keunikan, dan pesona yang berbeda.

Dalam beberapa tahun terakhir, mountaineering tourism di Sumatera Barat berkembang sangat pesat. Gunung Talang menjadi contoh paling nyata. Keindahan lanskapnya yang berpadu dengan jalur pendakian yang relatif ramah menjadikan gunung ini viral di media sosial dan menjadi tujuan favorit pendaki dari berbagai daerah di Indonesia.

Fenomena tersebut membuka ruang ekonomi baru. Bisnis open trip bermunculan. Toko penyewaan perlengkapan pendakian berkembang pesat. Penginapan penuh pada akhir pekan. Warung makan, kedai kopi, jasa transportasi, pemandu lokal, hingga porter ikut menikmati berkah meningkatnya jumlah wisatawan.

Ekonomi masyarakat bergerak hanya karena satu gunung. Padahal, Sumatera Barat memiliki lebih dari 20 gunung, dengan sedikitnya tujuh gunung yang sudah sangat dikenal para pendaki.

Gunung Sago menawarkan jalur yang pendek tetapi menantang. Singgalang memikat dengan hutan lumut dan pesona Telaga Dewinya. Marapi menghadirkan sensasi wisata vulkanik yang sulit ditemukan di tempat lain. Talamau menyuguhkan panorama 13 telaga di kawasan puncak. Sementara Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera, menjadi impian hampir setiap pendaki Indonesia.

Sayangnya, potensi besar tersebut belum sepenuhnya dikelola sebagai industri pariwisata yang profesional. Pengelolaan pendakian masih berjalan secara alamiah. Jalur pendakian di sejumlah gunung belum memiliki standar keselamatan yang memadai. Penunjuk arah masih terbatas. Sistem informasi belum terintegrasi. Pelatihan bagi pemandu dan porter juga belum dilakukan secara berkelanjutan.

Padahal, kenyamanan dan keselamatan merupakan syarat utama agar wisata pendakian mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Belajar dari Gunung Talang

Gunung Talang dapat dijadikan contoh bagaimana sebuah gunung mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Gunung setinggi 2.597 meter di atas permukaan laut ini kini menjelma menjadi destinasi pendakian paling ramai di Sumatera Barat. Setelah aktivitas erupsi Gunung Marapi membatasi dan menghentikan pendakian, Gunung Talang justru menjadi pilihan utama para pecinta alam.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini