PDRB Per Kapita Menunjukkan Rendahnya Daya Hasil Ekonomi
Tekanan kedua terlihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.
Pada 2024, PDRB per kapita Sumbar tercatat Rp57,05 juta. Angka ini menjadi yang terendah dibanding sejumlah provinsi pembanding di Sumatera.
Riau mencatat Rp165,35 juta per kapita. Jambi mencapai Rp86,72 juta. Sumatera Selatan sebesar Rp75,13 juta. Sementara Sumatera Utara berada pada kisaran Rp73 juta hingga Rp77 juta.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar belum menghasilkan tingkat pendapatan rata-rata yang kompetitif dibandingkan daerah lain.
Menariknya, Jambi yang memiliki total PDRB lebih kecil justru mampu mencatat PDRB per kapita sekitar 52 persen lebih tinggi.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa struktur ekonomi Sumbar masih bertumpu pada sektor-sektor dengan nilai tambah yang relatif terbatas dan belum memiliki pengungkit ekonomi yang mampu menghasilkan lonjakan pendapatan masyarakat secara signifikan.Investasi Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Besar
Jika pertumbuhan ekonomi adalah hasil, maka investasi merupakan mesin yang menentukan pertumbuhan masa depan.
Pada indikator ini, Sumbar menghadapi tantangan yang tidak ringan. Data Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan Sumbar menjadi salah satu provinsi dengan realisasi investasi terendah di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021, investasi PMDN Sumbar tercatat Rp4,1 triliun. Angka itu menjadi yang terendah dibanding Riau Rp24,9 triliun, Sumatera Selatan Rp16,2 triliun, Sumatera Utara Rp18,4 triliun, dan Jambi Rp6,2 triliun.
Dua tahun kemudian, kondisinya belum banyak berubah. Pada 2023, investasi PMDN Sumbar hanya meningkat menjadi Rp4,4 triliun.
Editor : Editor