Danantara Investasi di Amerika: Untung atau Buntung?

Foto Rio Eka Putra, MAPPI (Cert.)
Ilustrasi Danantara Investasi di Amerika: Untung atau Buntung?

Janji Apa yang Dibeli Danantara?

Sutan menarik lembar kesepakatan ke hadapannya. Membeli saham berarti ikut memiliki usaha. Namun, ternyata, sesama pemilik belum tentu mempunyai hak yang sama.

Jika memilih saham biasa, Sutan ikut menikmati kenaikan nilai bengkel ketika usahanya berkembang. Ia biasanya mempunyai hak suara dan dapat menerima dividen, yaitu bagian laba yang diputuskan untuk dibagikan. Keuntungannya bisa membesar bersama kemajuan usaha. Sebaliknya, dividen bisa tidak dibagikan dan nilai sahamnya bisa turun. Jika bengkel bangkrut, ia menerima bagian terakhir setelah kreditur dan pemegang saham preferen. Modalnya bisa habis.

Pada saham preferen, Sutan memperoleh hak khusus sesuai perjanjian. Dividennya didahulukan sebelum dividen saham biasa, dengan tarif atau cara menghitung yang sudah ditentukan. Namun, pembagian itu tidak otomatis membesar ketika laba bengkel melonjak, dan hak suaranya biasanya lebih terbatas. Saat bangkrut, kedudukannya berada di depan saham biasa, tetapi tetap di belakang kreditur. Didahulukan belum berarti uangnya pasti aman.

Jenis kedua inilah yang dipilih Danantara, dengan hak mengubah saham preferen menjadi saham biasa. Namun, sebelum mengikuti perjalanan uangnya, kita perlu mengenali siapa yang mengelolanya. Di bawah Danantara Indonesia, ada dua entitas yang perlu dibedakan: Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM).

DAM dipimpin Dony Oskaria sebagai CEO dengan tugas meningkatkan kinerja dan nilai BUMN yang dikelolanya. Sementara itu, DIM dipimpin Pandu Patria Sjahrir sebagai CEO, dengan tugas mengelola investasi untuk menghasilkan keuntungan dan manfaat ekonomi bagi Indonesia. Investasi di HighPeak berada dalam jalur DIM, melalui anak usahanya, PT Danantara Energy International (DEI). Karena itu, pengurus DEI dan manajemen DIM perlu menjelaskan dasar keputusan, pengelolaan risiko, serta hasil investasi ini sesuai kewenangan masing-masing agar tidak saling tumpang tindih.

Melalui DEI inilah modal Danantara menuju usaha Samsudin dalam cerita kita. Dalam perjanjian 6 Oktober 2026, DEI berkomitmen USD250 juta. PT Tunas Harapan Perkasa, anak perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk, berkomitmen USD200 juta. Totalnya USD450 juta. Kini pembaca dapat mengenali siapa yang menanamkan modal dan siapa induk usaha yang mengelolanya.

Modal itu menuju HighPeak Energy, perusahaan minyak dan gas di Texas. Bersama penarikan pinjaman baru dan kas perusahaan, dana tersebut direncanakan untuk melunasi pinjaman lama sebesar USD1,17 miliar. Ibarat bengkel Samsudin, kedatangan pemodal baru ikut membantu menata utang yang sudah ada.

Setelah mengetahui ke mana uangnya pergi, Sutan ingin tahu bagaimana hasilnya akan datang.

Melalui dividen tunai, uang dibayarkan ke rekening investor. Tarifnya 6% per tahun pada dua tahun pertama, 7,5% pada tahun ketiga sampai kelima, lalu 10% setelah genap lima tahun. Atas modal USD250 juta, tarif awal 6% setara USD15 juta untuk satu tahun penuh, sebelum pajak dan biaya, apabila dibagikan sesuai ketentuan. Inilah bagian hasil yang sudah bisa masuk ke saku Sutan.

Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Opini lainnya
Terkini