Dalam situasi bencana atau keadaan darurat, peran Air Susu Ibu (ASI) menjadi semakin vital sebagai sumber perlindungan dan nutrisi terbaik bagi bayi.
Karena itu, dukungan menyusui perlu diberikan bukan hanya kepada ibu yang bersama bayinya, tetapi juga kepada ibu yang terpisah dari anaknya atau perempuan lain yang bersedia menjadi ibu susuan bagi bayi yang kehilangan akses pada ibunya.
“ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi yang terjaga kebersihan dan terjaga kualitas di saat bencana. Ibu harus diberikan kesempatan untuk menyusui bayinya, mari berikan tempat tertutup di posko pengungsian agar ibu leluasa menyusui,” kata ahli kesehatan anak
Dukungan menyusui dapat diberikan dalam dua bentuk. Pertama, dukungan dasar, yaitu memastikan bayi dapat menyusu dengan efektif, meningkatkan kepercayaan diri ibu, membantu produksi dan aliran ASI, serta membimbing ibu memberi makan sesuai usia bayi.
Kedua, dukungan lanjutan, seperti mengajarkan teknik memerah ASI dengan tangan, penggunaan alat bantu menyusui, dan mendorong kontak kulit-ke-kulit yang dapat menenangkan ibu sekaligus membantu pemulihan trauma, karena adanya hormon kasih sayang yang muncul saat proses menyusui.
Ayah dan anggota keluarga lain juga dapat membantu dengan pijat oksitosin dengan memijat leher dan punggung ibu untuk membuat ibu rileks dan melancarkan produksi ASI.Bagi ibu yang sempat berhenti menyusui, produksi ASI menurun, atau ibu yang ingin kembali menyusui—termasuk menjadi ibu susuan—dapat diberikan dukungan relaktasi. Dengan bantuan selang kecil yang ditempelkan di payudara dan disambungkan ke ASI perah atau pengganti ASI, bayi dapat kembali menyusu langsung ke ibu.
Pemberian bantuan susu formula perlu diawasi dengan ketat agar tidak menghentikan proses menyusui. Susu formula diperuntukkan untuk ibu yang tidak menyusui anaknya dan tetap memutuskan atau tidak memungkinkan untuk menyusui kembali. Bayi yang membutuhkan makanan pengganti ASI sementara: saat relaktasi, ibu sakit/ malnurisi berat, bayi sakit yang tidak memungkinkan menyusu pada payudara, atau payudara ibu tidak memungkinkan untuk menyusui.
Pemberian susu formula juga perlu memperhatikan akses air bersih untuk malarutkan dan disarankan pemberian dengan sendok/ cangkir agar mudah dibersihkan sehingga risiko terjadinya diare jadi lebih sedikit.
Kami mengajak semua pihak untuk membantu menyebarkan informasi tentang pentingnya menyusui saat bencana dan mendukung ibu-ibu yang menyusui. (***)
Editor : Editor