Oleh: Khairul Jasmi, Wartawan Senior
"Namaku Kaisaha Adelia," jawab gadis kecil itu.
"Mana rumahmu?"
Ia memalingkan wajah ke belakang, tampaklah rumah kecil, rendah dari jalan, penuh lumpur.
Kisah gadis di hari Senin (29/12), di Aceh Tamiang, tidaklah tunggal. Ada lagi Siti, seorang ibu membawa anak-anaknya ke tepi jalan. Ada Fana kelas VI dan Juni adiknya kelas IV.
“Adik kelas empat, Pak.”Mereka semua sedang trauma healing dengan cara menyapa pengemudi dan penumpang kendaraan yang lewat. Banyak yang berhenti dan bersedekah.
Mereka kehilangan waktu sekolah dan mengaji. Bermain juga belum bisa. Bantu orangtua di rumah apalagi. Tak bisa pula. Mereka berdiri tepi jalan melihat kendaraan dari luar yang masuk sedemikian banyaknya.
Seorang nenek sendirian di ujung pasar Kuala Simpang. Hati-hati melangkah. Kamaria, namanya. Kata dia, lumpur masuk ke kamarnya dan semua ruangan.
“Ke rumah masuk lumpur setinggi pinggang,” kata nenek.
Editor : Editor