Fana Kelas Enam Pak, Adik Baru Kelas Empat

Korban banjir Aceh Tamiang berdiri di tepi jalan kawasan Kuala Simpang. (Foto: Ist)
Korban banjir Aceh Tamiang berdiri di tepi jalan kawasan Kuala Simpang. (Foto: Ist)

Peluang bisnis

“Bot satu, 42,” saya menawarkan sepatu bot di Kuala Simpang.

“Rp 120 ribu,Pak,” kata di penjual, anak muda, Ferdi.

Dagangannya laris manis, ia menemukan mata dagang yang pas saat seperti ini. Memang laris, beberapa kali saya lewat di sana, senantiasa dikerumuni orang.

Siti juga, seorang ibu muda yang buka warung pangsit sebelum Sungai Liput.

“Tujuh meter air Pak,” kata dia ketika ditanya soal banjir. Lumpur? Setinggi dada. Warung Siti dibersihkan oleh enam pria keluarganya selama tujuh hari. Lalu ia berdagang makanan, untuk biaya rumah tangga. Ramai yang mampir.

Ferdi dan Siti, dua warga dari banyak warga setempat yang memilih menahan ragam kehidupan sambil terus berjualan.

Jualan penting, kata Siti, karena banyak tamu yang perlu ngisi perut, juga ngopi. Dan, saya bersama Adrian Tuswandi, berhenti di sana, untuk secangkir kopi.

Panas terik di Tamiang sekarang, kemarin hujan. Cuaca memang bukan urusan kita. (***)

Editor : Editor
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini