Jika misi ke Teheran berhasil membangun kepercayaan dan membuka ruang de-eskalasi, maka itu bukan sekadar kunjungan kenegaraan. Itu adalah pernyataan bahwa Indonesia siap menjadi aktor global yang relevan.
Dan di situlah legacy kepemimpinan terbentuk — bukan dari retorika, tetapi dari keberanian mengambil peran ketika dunia membutuhkannya. (***)Baca juga: Resonansi Radio Republik Indonesia: Ketika Suara Senator Jangan Tenggelam oleh Suara Presiden
Editor : Editor

