Dalam situasi seperti ini, oligarki memiliki ruang yang semakin besar untuk memengaruhi arah demokrasi.
Sebab demokrasi transaksional membutuhkan biaya politik yang tinggi. Dan ketika biaya politik semakin mahal, maka ketergantungan terhadap kekuatan modal juga semakin besar.
Akibatnya, kepentingan rakyat sering kali kalah oleh kepentingan elite dan pemilik modal.
Karena itu, penguatan demokrasi konstitusional menjadi sangat penting bagi masa depan Indonesia.
Konstitusi harus ditempatkan di atas kepentingan partai politik, kelompok, maupun figur kekuasaan. Supremasi hukum harus dijaga agar institusi negara tetap dipercaya publik. Oposisi juga harus diberi ruang sebagai bagian penting dari mekanisme demokrasi, bukan dipersepsikan sebagai ancaman negara.
Indonesia membutuhkan demokrasi yang tidak hanya ramai setiap pemilu, tetapi juga matang dalam etika bernegara.Demokrasi yang sehat bukan demokrasi yang bebas dari kritik, melainkan demokrasi yang mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas nasional dan kebebasan politik.
Sebab ancaman terbesar terhadap demokrasi modern tidak selalu datang melalui perebutan kekuasaan secara terbuka.
Ancaman terbesar justru muncul ketika konstitusi kehilangan wibawa, institusi kehilangan independensi, dan rakyat perlahan kehilangan kepercayaan terhadap sistem demokrasi itu sendiri. (***)
Editor : Editor

