Dukungan saya terhadap pandangan Inyiak Datuak Rajo Endah Rudy G. Syarfi berangkat dari keyakinan bahwa sejarah nasional harus ditulis secara adil. Selama ini narasi perjuangan Indonesia sering berpusat pada Jakarta dan Yogyakarta, sementara kontribusi daerah-daerah lain terkadang belum memperoleh porsi yang setara dalam ingatan kolektif bangsa.
Padahal tanpa keberadaan PDRI dan dukungan masyarakat Sumatera Barat, perjalanan sejarah Republik Indonesia mungkin akan berbeda.
Karena itu, pengakuan terhadap Bukittinggi sebagai Kota Penyelamat Republik bukanlah bentuk keistimewaan yang diberikan kepada satu daerah, melainkan koreksi sejarah yang menempatkan fakta pada tempat yang semestinya.
Resonansi bagi Indonesia Hari Ini
Bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa revolusi fisik. Ancaman tidak lagi datang dalam bentuk agresi militer kolonial, melainkan dalam bentuk menurunnya kepercayaan publik, polarisasi politik, pragmatisme kekuasaan, dan melemahnya kesadaran berbangsa.
Dalam situasi seperti itu, sejarah memiliki fungsi sebagai kompas moral.Perjuangan PDRI mengajarkan bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok dan individu. Para pemimpin pada masa itu tidak mempersoalkan asal daerah, latar belakang organisasi, maupun perbedaan pandangan politik. Yang menjadi prioritas adalah menyelamatkan republik.
Nilai inilah yang terasa semakin relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini.
Menjaga Api Ingatan
Sejarah yang tidak dirawat akan berubah menjadi sekadar arsip. Ia kehilangan daya hidup dan maknanya bagi generasi berikutnya.
Editor : Editor