Bukittinggi: Resonansi Kota Penyelamat Republik

Irdam Imran, Perantau Minangkabau dan Penulis. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Perantau Minangkabau dan Penulis. (Foto: Ist)

Karena itu, memperkuat narasi Bukittinggi sebagai Kota Penyelamat Republik bukanlah upaya memuliakan masa lalu secara berlebihan. Sebaliknya, itu adalah ikhtiar menjaga agar bangsa Indonesia tidak kehilangan akar sejarahnya sendiri.

Seratus tahun Jam Gadang seharusnya menjadi momentum refleksi nasional. Di balik megahnya Jam Gadang, tersimpan kisah tentang sebuah kota yang pernah membantu menjaga keberadaan republik pada saat-saat paling menentukan.

Ketika ibu kota jatuh.

Ketika para pemimpin ditawan.

Ketika masa depan Indonesia berada dalam ketidakpastian.

Dari ranah Minang, republik tetap bernapas.

Dan dari sanalah lahir sebuah resonansi yang masih terdengar hingga hari ini: bahwa Republik Indonesia tidak diselamatkan oleh satu orang, satu kelompok, atau satu daerah semata, tetapi oleh semangat kolektif anak bangsa yang menolak menyerah.

Bukittinggi adalah bagian penting dari resonansi itu.

Bukan sekadar kota sejarah.

Melainkan kota yang pernah membantu menyelamatkan republik. (***)

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini