Namun demikian, teknologi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat. Edukasi mengenai mitigasi bencana, pengelolaan keuangan keluarga, perlindungan aset, hingga pentingnya asuransi perlu diperluas agar masyarakat memiliki kesiapan menghadapi berbagai risiko. Ketahanan ekonomi bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh individu, keluarga, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat.
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan berbagai kajian ilmiah yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan publik. Penelitian mengenai ekonomi kebencanaan, kemiskinan, perubahan iklim, serta pembangunan berkelanjutan perlu terus diperkuat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis bukti ilmiah. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci untuk membangun sistem ekonomi yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan di masa depan.
Pada akhirnya, rekonstruksi ketahanan ekonomi bukan sekadar membangun kembali bangunan yang rusak setelah bencana, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang lebih kuat, lebih inklusif, dan lebih siap menghadapi berbagai ketidakpastian. Indonesia membutuhkan paradigma baru bahwa investasi dalam mitigasi, pengurangan risiko, penguatan kapasitas masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan merupakan investasi bagi masa depan bangsa.
Di tengah meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, ketahanan ekonomi harus menjadi agenda bersama. Ketika masyarakat mampu bertahan, dunia usaha tetap berjalan, distribusi barang tetap lancar, dan stabilitas ekonomi tetap terjaga, maka Indonesia tidak hanya mampu bangkit dari bencana, tetapi juga menjadikan setiap tantangan sebagai momentum untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (***)
Oleh:1. Dr. Sosmiarti, S.E., M.Si., Dosen Ekonomi Universitas Andalas dan pakar Ekonomi Kebencanaan serta Kemiskinan Berbasis Sustainable Livelihood
2. Fadhil Aptana Sadjiana, S.E., Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Andalas dengan konsentrasi Makroekonomi dan Ekonomi Moneter.
Editor : Editor