Ia memantulkan wajah demokrasi Indonesia: apakah demokrasi kita masih bergerak menuju supremasi hukum dan daulat rakyat, atau semakin dalam terseret ke dalam demokrasi elektoral yang dikendalikan oleh transaksi kepentingan?
Jawabannya tidak hanya berada di tangan pemerintah.
Jawabannya juga berada di tangan setiap fraksi di parlemen.Dan sejarah akan mencatat: ketika rakyat meminta aset hasil kejahatan dikembalikan kepada negara, siapa yang berdiri bersama rakyat dan siapa yang memilih berdiri di belakang kepentingan kekuasaan. (***)
Editor : Editor