Tantangan Berat KPU, dari Bully hingga Berita Hoax

Komisioner KPU Tanah Datar, Fitri Yenti. (foto: dok)Komisioner KPU Tanah Datar, Fitri Yenti. (foto: dok)
Komisioner KPU Tanah Datar, Fitri Yenti. (foto: dok)Komisioner KPU Tanah Datar, Fitri Yenti. (foto: dok)

Ada juga lembaga (DKPP) Dewan Kehormayan Penyelenggara Pemilu yang punya wewenang mengadili KPU jika melanggar etik. Ada masyarakat luas yang juga boleh memberikan masukan, mengingatkan KPU saat kami dianggap bekerja tidak sesuai aturan perundang-undangan.Jika kinerja KPU dikritisi dengan cara yang benar, diingatkan sesuai prosedur yang tepat tentu saja KPU akan dengan senang hati melakukan perbaikan karena apa pun yang dilakukan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.

Bukankah setiap tahapan yang dijalankan dalam Pemilu seluruhnya melibatkan masyarakat luas untuk juga berperan serta, dalam memberikan tanggapan masyarakat dan harus langsung diproses oleh KPU untuk ditindaklanjuti. Proses demokrasi yang seharusnya menjadi sebuah pesta rakyat, di mana semua rakyat semestinya berbahagia menyambut momen bersejarah ini.Bangsa Indonesia akan mencatat pelaksanaan Pemilu serentak pertama dalam sejarah demokrasi berbangsa. Setiap orang semestinya mengambil peran dalam proses suksesi di negeri ini. Kami sebagai penyelenggara yang diamanahkan Undang-Undang biarkan bekerja focus mempersiapkan dan melaksanakan pemilu ini secara jujur,adil dan profesional.

Di luar itu, yang lain juga biarkan dalam kapasitas masing-masing mengambil peran dalam pesta demokrasi ini, peserta pemilu dan para calegnya biarkan berpartisipasi sebagai kontestan yang taat aturan. Masyarakat luas yang ingin memastikan jalannya demokrasi ini secara baik, biarkan menjadi pemantau pemilu. Seluruh warga masyarakat berpartisipasilah sebagai pemilih, pahami dan cermati calon-calon yang sudah ditetapkan, dan pilihlah yang terbaik dari yang terbaik.Mari bersama bergandengan tangan mewujudkn pemilu damai, tentram dan aman di Republik ini. Seperti halnya anda yang mencintai bangsa ini, kami penyelenggara pemilu juga mencintai bangsa ini dengan sepenuh jiwa dan raga kami. Tentu saja kami akan bekerja sepenuh hati,sepenuh tanggungjawab, karena tidak hanya bekerja ini adalah ladang kami mengabdi pada ibu pertiwi.

Tanah Datar, 2 Januari 2019 (analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner - Gor
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini