8 Pasien Luka Berat Diterbangkan dengan Helikopter dari Palembayan

Helikopter Basarnas mengevakuasi delapan warga yang mengalami luka berat akibat banjir dan longsor di Jorong Subarang Aia, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Palembayan. (Foto: Ist)
Helikopter Basarnas mengevakuasi delapan warga yang mengalami luka berat akibat banjir dan longsor di Jorong Subarang Aia, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Palembayan. (Foto: Ist)

Agam, - Relawan PMI Agam mengevakuasi warga di Jorong Subarang Aia, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Palembayan, pada Sabtu (29/11/2025), setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut. Bencana ini menyebabkan sejumlah warga mengalami luka serius serta memutus akses jalan menuju permukiman.

Sebanyak delapan warga dengan kondisi luka berat harus dirujuk ke RSUD Lubuk Basung di Kabupaten Agam. Proses rujukan dilakukan menggunakan helikopter Basarnas, karena seluruh akses jalan darat menuju Kecamatan Palembayan masih terputus oleh longsor dan material banjir.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik sekaligus Kepala Markas PMI Agam, Ade Alfani, menyebutkan kondisi korban membutuhkan penanganan cepat.

“Sebagian pasien mengalami cedera berat seperti patah tulang dan robek pada bagian belakang kepala dekat telinga. Dengan kondisi akses yang terputus total, rujukan udara menjadi satu-satunya cara agar mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujar Ade Alfani.

Helikopter dijadwalkan mendarat di GOR Lubuk Basung, sebelum pasien dipindahkan ke ambulans PMI dan dibawa menuju RSUD Lubuk Basung untuk perawatan lanjutan.

Kebutuhan Mendesak Warga

Selain evakuasi medis, warga di Nagari Kampuang Tangah juga membutuhkan bantuan darurat, seperti Obat-obatan, Makanan siap santap, Perlengkapan ibu hamil, Kebutuhan anak-anak dan balita, dan Penerangan, mengingat listrik di beberapa titik masih padam.

Relawan PMI bersama aparat gabungan terus berupaya menyalurkan bantuan melalui jalur yang memungkinkan.

Akses Masih Sangat Terbatas

Saat ini, akses menuju Nagari Kampuang Tangah hanya bisa dilalui melalui jalur udara. Adapun alternatif lain Adalah Jalur sungai, yang sangat terbatas dan berisiko, serta Jalur banjir bandang/galodo, yang tidak stabil dan tidak aman untuk dilalui. Kondisi ini membuat distribusi bantuan dan evakuasi lanjutan harus dilakukan dengan pertimbangan keselamatan yang ketat. (***)

Editor : Editor
Banner WIES 2025 -1Banner Nevi - Bencana
Bagikan

Berita Terkait
Terkini