Rubuh di Tengah Kukuhnya Marwah Minangkabau

Rubuh di Tengah Kukuhnya Marwah Minangkabau
Rubuh di Tengah Kukuhnya Marwah Minangkabau

Kita hidup berdekatan, tetapi semakin jauh secara batin.

Rumah berdempetan, kadang sedinding, tetapi penderitaan di dalamnya bisa bertahun-tahun tak terdengar.

Ini ironi besar bagi masyarakat yang selama ini membanggakan kuatnya kontrol adat.

Kegagalan ketiga ada pada keberanian bersama–sama untuk membuka aib demi keadilan.

Masih terlalu banyak keluarga yang menilai aib lebih berbahaya daripada kejahatan itu sendiri. Nama baik keluarga dianggap harus dijaga, meski yang dikorbankan adalah masa depan anak.

Editor : MS
Banner JPS- Insanul KamilBanner HUT BUMN - JPSBanner Nindya - JPSBanner kopassus
Bagikan

Berita Terkait
Terkini