Semen Padang di Ujung Tanduk, Degradasi di Depan Mata Jika Tak Cetak Keajaiban

Romelton. (Foto: Ist)
Romelton. (Foto: Ist)

Oleh: Romelton

Degradasi Hampir Pasti, Kecuali Semen Padang Lakukan Keajaiban

Detik demi detik hitung mundur menuju kematian Semen Padang FC terus berjalan. Kabau Sirah kini hanya tinggal nama.Tapi tunggu dulu. Matematika belum berkata game over. Masih ada 5–6 laga tersisa. Masih ada 18 poin maksimal di depan mata. Secara hitungan kalkulator, Semen Padang masih bernapas.

Masalahnya? Tim kebanggaan Urang Awak ini tertidur pulas di peringkat 17 dengan hanya 20 poin. Sementara garis aman di peringkat 15 berjarak 9 poin. Artinya? Semen Padang butuh minimal 3 kemenangan beruntun plus hasil buruk pesaing. Tanpa itu, selamat datang di Liga 2.

Jangan salah sangka. Ini bukan kemerosotan instan. Ini kehancuran yang sudah terlihat sejak lama. Lini belakang ambrol. Dalam 3 laga terakhir, gawang Semen Padang kebobolan total 8 gol. Rata-rata hampir 3 gol per laga. Itu kebocoran kelas bawah yang tidak pantas untuk tim sekelas Semen Padang.

Tiga kekalahan beruntun membuat skuad seperti kehilangan kompas di tengah badai. Tidak ada kapten yang menggebrak meja. Tidak ada pemain yang menendang botol air. Yang ada hanyalah pasrah. Dan jadwal? Tuhan, jadwal tidak pernah berpihak pada tim sekarat.

25 April 2026, Semen Padang harus bertandang ke markas Borneo FC. Pesut Etam sedang naik daun, mengincar gelar juara, dan punya motivasi berlipat. Di sinilah nyali Semen Padang diuji.

Jika Semen Padang FC benar-benar ingin menghindari degradasi, maka tidak ada pilihan selain 100 persen sempurna.

Pertama, sapu bersih 6 laga sisa.

Menang di kandang Borneo? Menang lawan Persib? Menang lawan tim papan atas lainnya? Itu bukan target. Itu keharusan mutlak. Satu hasil imbang saja sama dengan mati suri. Satu kekalahan? Tolong pesankan tiket Liga 2.

Editor : Editor
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini