Reshuffle kabinet, dengan demikian, tidak boleh dipandang sekadar sebagai pergantian orang. Ia adalah momentum untuk menegaskan arah pemerintahan: apakah ingin memperkuat negara dengan prinsip, atau sekadar memperluas kekuasaan tanpa batas etik.
Masuknya oposisi ke dalam kabinet bisa menjadi energi baru bagi pemerintahan. Tetapi energi itu hanya akan bermakna jika disertai komitmen pada profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Jika tidak, maka yang terjadi bukan penguatan struktural maupun kultural, melainkan erosi legitimasi moral—pelan, tetapi pasti.Dan ketika legitimasi moral melemah, maka sebesar apa pun kekuatan struktur yang dibangun, ia akan berdiri di atas fondasi yang rapuh. (***)
Editor : Editor