Di bawah kepemimpinan Gubernur Ir. H. Azwar Anas, pembangunan stadion dilanjutkan secara bertahap. Tribun yang semula belum rampung disempurnakan hingga akhirnya pada tahun 1985 GOR Haji Agus Salim resmi menjadi stadion olahraga terbesar di Sumatera Barat.
Sejak saat itu, stadion ini menjadi saksi perjalanan olahraga Ranah Minang. Ribuan pertandingan pernah digelar di sana. Jutaan langkah kaki pernah memenuhi tribun dan lapangannya. Di tempat itulah lahir cerita kemenangan, kekalahan, harapan, dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
Usia Tak Pernah Berdusta
Kini lebih dari empat puluh tahun telah berlalu.
Selama rentang waktu itu stadion telah berkali-kali direnovasi. Rumput diganti, fasilitas diperbaiki, kursi diperbarui, dan berbagai sarana dilengkapi. Namun ada satu hal yang tidak dapat dipoles hanya dengan cat baru atau pergantian rumput, yakni usia struktur bangunan.
Dalam dunia teknik sipil dikenal istilah umur layanan bangunan. Setiap bangunan memiliki masa layanan yang harus dievaluasi secara berkala. Bukan berarti bangunan otomatis harus dibongkar ketika mencapai usia tertentu, tetapi kondisi strukturnya harus dipastikan tetap aman.
Hal ini menjadi semakin penting karena GOR Haji Agus Salim berdiri di Kota Padang, salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas gempa tertinggi di Indonesia. Selama puluhan tahun bangunan ini telah berkali-kali merasakan guncangan, termasuk gempa besar tahun 2009.
Retakan mungkin dapat ditambal. Dinding mungkin masih tampak kokoh. Namun kekuatan sebuah bangunan tidak selalu dapat dinilai hanya dari penampilannya. Beton dapat mengalami penurunan mutu, baja tulangan dapat mengalami korosi, dan sambungan struktur dapat kehilangan kekuatannya seiring perjalanan waktu.Sama seperti manusia, bangunan pun mengalami proses penuaan. Semakin tua usia sebuah bangunan, semakin besar pula biaya dan perhatian yang dibutuhkan untuk menjaga keselamatannya.
Karena itu, revitalisasi GOR Haji Agus Salim bukan sekadar proyek pembangunan. Ia merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan fasilitas publik tetap aman digunakan oleh masyarakat.
Lebih baik membangun kembali hari ini daripada menyesal di kemudian hari. Bencana alam memang tidak dapat dicegah, tetapi risiko akibat bangunan yang telah menua dapat diminimalkan melalui perencanaan yang baik.
Editor : Editor
