GOR HAS dan Kebanggaan Ranah Minang

Two Efly, Wartawan Padang Ekspres. (Foto: Ist)
Two Efly, Wartawan Padang Ekspres. (Foto: Ist)

Oase Infrastruktur

Di tengah terbatasnya pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat, revitalisasi GOR Haji Agus Salim terasa seperti sebuah oase.

Ketika kemampuan fiskal daerah semakin terbatas dan ruang pembangunan semakin sempit, kehadiran anggaran dari APBN menjadi angin segar bagi Ranah Minang.

Nilai proyek yang mencapai sekitar Rp400 miliar bukanlah angka kecil. Besarnya cukup signifikan dibandingkan APBD Sumatera Barat, bahkan melampaui APBD sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ini.

Tanpa dukungan pemerintah pusat, hampir mustahil stadion ini dapat dibangun kembali.

Kita cukup belajar dari Stadion Utama Sumatera Barat di Lubuk Alung yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan anggaran penyelesaian.

Karena itu, revitalisasi GOR Haji Agus Salim patut disambut dengan rasa syukur. Ini bukan sekadar pembangunan sebuah stadion, melainkan investasi jangka panjang bagi olahraga, ekonomi, dan wajah Kota Padang.

Belajar Berpikir Lapang

Setiap pembangunan selalu memiliki konsekuensi. Tidak ada keputusan yang benar-benar sempurna, sebagaimana tidak ada pembangunan yang sepenuhnya bebas dari risiko.

Akan selalu ada pihak yang mendukung karena melihat manfaat jangka panjangnya. Sebaliknya, ada pula yang mengkritik karena merasakan dampak yang ditimbulkan. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun, di tengah perbedaan itu, kita perlu belajar berpikir lebih lapang. Jangan sampai prasangka mengalahkan akal sehat. Jangan pula persoalan yang masih dapat diselesaikan justru dibesarkan hingga menutupi tujuan utama pembangunan.

Saya meyakini pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah memahami bahwa revitalisasi ini membawa konsekuensi, termasuk terhadap para pelaku UMKM dan masyarakat di sekitar kawasan stadion. Tidak ada pemerintah yang menginginkan rakyatnya kehilangan mata pencaharian tanpa adanya solusi. Tak selamanya pula ada "udang dibalik batu". Tidak semua kerja keras seorang tokoh ditumpangi pesan personal dan warnanya. Saya yakin, sebagai pionir Andre Rosiade tidak begitu.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini