Kaum adat dan kaum agama bekerjasama saling bahu membahu membangun masyarakat.Perpaduan ini telah melahirkan harmoni sosial di bawah sistem *kepemimpinan tripartit yang disebut TTS _(Tungku nan Tigo Sajarangan)_ yang terdiri dari _Ninik Mamak , Alim Ulama, dan Cerdik Pandai._ Mereka bersinergi menjaga dan menjalankan TTS yang lain pula, _Tali nan Tigo Sapilin_, yaitu _Adat, Syari’at dan Peraturan_ (perundangan).*
Kesesuaian dan keserasian hubungan ini tak lain karena nilai-nilai adat Minang, yang digali dan dijalankan sebelum kedatangan Agama Islam, memiliki landasan yang sama dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadis.Misalnya, ketika, ayat Al-Qur’an yang pertama turun pada tanggal 17 Ramadhan di kota mekkah:
# Iqra bismirabbikallazi khalaq# Khalaqal insanamin ‘alaq
# Iqra’ warabbukal akram# Allazi ‘allama bil qalam
# ‘Alamal insaa namaa lam ya’lam.*_ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan_*
*_Yang menciptakan manusia dari segumpal darah._**_Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah_*
*_Yang mengajar manusia dengan pena_**_Yang mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya._*Jauh sebelum itu, para ninik mamak di ranah minang telah memberi petuah agar masyarakat Minang memahami dan mengikuti hakekat hukum alam (sunatullah), seperti petuah dibawah ini:Api, paneh dan mambaka,
Aie, mambasahi dan manyuburkan, Kayu, bapokok,
Ayam, bakokok, Kambiang, mangambiak,
Editor : Adrian Tuswandi, SH