harimau mangaum Gunuang, bakabuik, dan sebagainya.
Dipertegas pula dengan petatah lain:Panakiak pisau sirauik,
ambiak galah batang lintabuang,silodang ambiak kanyiru,
Nan satitiak jadikan lauik, Nan sakapa jadikan gunuang,
Alam takambang jadi guru.Falsafah _“alam takambang jadi guru”_, adalah falsafah hidup yang sangat berkesesuaian dengan banyak firman Allah dalam Al-Qur’an, diantaranya pada surat ‘ Ar-Ra’d ayat 3, yang artinya:
*_"Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan"._*Atau firman Allah dalam surat al-Ankabut <29>: ayat 44:*“Khalaqallahus samaa waa ti wal ardha bilhaq* innafii zalika la aayatal lilmu’ miniin**_" Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang jelas. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang percaya."_*
Itulah sebuah kearifan lokal di Ranah Minang, sebuah falsafah hidup yang berlandaskan akal dan iman, yang berpijak pada sunatullah dan tuntunan Al-Qur’an.“Alam takambang jadi guru”..
“Indak lakang di paneh, indak lapuak di hujan”.Dari dahulu sampai kini, tak henti, berlaku turun temurun.
Lihatlah sekeliling kita,Nagari Gunuang yang indah ini,
Editor : Adrian Tuswandi, SH