Tausyiah BUYA HMA, Menggali Potensi Surau Jadi islamic Center dan Perdaban

Buya H Masoed Abidin za Jabbar (foto: dok)
Buya H Masoed Abidin za Jabbar (foto: dok)

Dahulu, beberapa puluh tahun yang lalu, tidak ada seorang anakpun disuatu kampung yang tidak belajar mengaji di surau.Semua anak-anak, siang hari belajar di sekolah umum, malam hari belajar mengaji di surau. 7 hari dalam seminggu tanpa hari libur.  Pada setiap akhir minggu mengadakan panggung gembira, dengan bernyanyi dan latihan berpidato.  Anak-anak laki-laki yang sudah baliq, oleh ibunya diperintahkan untuk tidur di surau. Bersama sama dengan teman sebaya.

Dari perjalanan sejarah, kita mengetahui bahwa sejak tempo dulu di Ranah Minang, *_Surau memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda, surau terbukti sukses menjadi instrumen pembentuk karakter masyarakat minang._**Di surau inilah anak-anak remaja memulai PERJALANAN untuk memperoleh bekal kecakapan hidup*.

Di surau inilah mereka memantapkan eksistensi diri dan kepercayaan diri.Di surau lah mereka mendapat kecakapan membaca, menulis dan berpidato.

Di surau lah mereka mengasah kecakapan berkomunikasi, berdiplomasi dan bersilat lidah, berpantun, ber petatah-petitih.Di surau lah mereka memperoleh keterampilan personal seperti bersilat untuk membela diri.  Di surau lah mereka memperoleh kecakapan sosial – bermasyarakat.

Dan Salah satu kecakapan yang penting adalah kecakapan bermusyawarah untuk mengambil keputusan yang bersandar pada falsafah:*_“Bulek air karano pambuluah, bulek kato karano mufakaek”._*

Sejarah mencatat, bahwa surau adalah tempat para tokoh atau cendekiawan asal Minang Kabau tempo dulu, sebut saja seperti _Buya Hamka, Moh. Natsir, A.R. Sutan Mansyur_, dan banyak lagi yang lain, *_yang memulai “perjalanan” hidup mereka melalui surau, guna memperoleh kecakapan hidup atau apa yang sekarang sangat popular dengan istilah “LIFE SKILL”._*Konsep pendidikan yang bernama “LIFE SKILL” atau “Kecakapan Hidup” itu dicetuskan oleh pakar pendidikan Barat, _baru pada awal tahun 2000 lalu_.

Konsep ini diamini dan oleh para Pakar Pendidikan Indonesia yang kuliah di Amerika untuk di gulirkan pula sebagai konsep unggulan di Indonesia.Konsep pendidikan “life skill” ala Barat tersebut, menurut pakarnya meliputi:

*a). _kecakapan adaptasi diri_*,*b). _kecakapan komunikasi_*,

*c). _kecakapan memilih dan memilah masalah_*,*d). _kecakapan mengambil keputusan_*,

*e). _kecakapan personal dan sosial._*Ternyata konsep pendidikan “life skill” yang digagas oleh pakar pendidikan Barat hampir 20 tahun yang lalu itu, _telah dilaksanakan di Ranah Minang oleh para jenius cendekiawan-cadiak pandai, ninik mamak_ kita beberapa abad yang lalu, yaitu melalui pendidikan di Surau.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini