PTS Terjepit, LLDIKTI Jangan Diam: Saat Jalur Mandiri Membesar, Keadilan Pendidikan Dipertanyakan

Dr. H. Febby Dt. Bangso, S.H., S.St.Par., M.Par., QRGP, CFA, Ketua Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMMPP). (Foto: Ist)
Dr. H. Febby Dt. Bangso, S.H., S.St.Par., M.Par., QRGP, CFA, Ketua Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMMPP). (Foto: Ist)

Sekilas, ini terlihat sebagai perluasan akses.

Namun jika dilihat lebih dekat, muncul pertanyaan yang tidak bisa dihindari:

apakah pertumbuhan ini diikuti oleh kesiapan dosen, ruang kuliah, dan kualitas layanan akademik?

Di dalam kelas, realitasnya mulai terasa.

Mahasiswa semakin banyak.

Dosen menangani kelas yang semakin padat.

Interaksi akademik tidak lagi seintens dulu.

Pelan-pelan, kualitas terdesak oleh jumlah.

Sementara itu, di sisi lain kota, suasananya berbeda.

Di kampus swasta seperti Universitas Bung Hatta dan Universitas Baiturrahmah, ITP dan PTS lainnya, ruang kuliah yang dulu penuh kini mulai berkurang. Calon mahasiswa memilih menunggu peluang terakhir di PTN.

Editor : Editor
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini