PTS Terjepit, LLDIKTI Jangan Diam: Saat Jalur Mandiri Membesar, Keadilan Pendidikan Dipertanyakan

Dr. H. Febby Dt. Bangso, S.H., S.St.Par., M.Par., QRGP, CFA, Ketua Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMMPP). (Foto: Ist)
Dr. H. Febby Dt. Bangso, S.H., S.St.Par., M.Par., QRGP, CFA, Ketua Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMMPP). (Foto: Ist)

Namun persoalan ini tidak berhenti di kampus.

Di lapangan, ada cerita lain yang lebih sunyi.

Di beberapa daerah di Sumatera Barat, masyarakat masih berjuang pulih dari bencana. Usaha belum kembali normal. Pendapatan belum stabil. Tapi anak-anak mereka tetap kuliah—dengan harapan mengubah masa depan.

Masalahnya, biaya kuliah tetap berjalan.

Banyak mahasiswa yang tersendat bukan karena tidak mampu belajar, tetapi karena tidak mampu membayar UKT tepat waktu. Bahkan untuk mengisi KRS, mereka harus menunggu.

Karena itu, GMMPP menyampaikan sikap tegas:

“PTN harus sensitif terhadap kondisi mahasiswa pascabencana. Berikan keringanan UKT, potongan biaya, dan skema cicilan. Jangan sampai mahasiswa terhambat hanya karena persoalan biaya.”

Ini bukan sekadar usulan.

Ini adalah kebutuhan nyata di lapangan.

Hari ini, Sumatera Barat adalah cermin kecil dari persoalan besar.

Editor : Editor
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini