Penutup: Jangan Kehilangan Kata Jangan Kehilangan Makna
Bahasa bukan hanya alat komunikasi. Bahasa adalah tempat sebuah masyarakat menyimpan ingatan, pengalaman, nilai, dan cara memandang dunia. Karena itu, ketika sebuah istilah diganti dengan istilah lain, yang berubah bukan hanya kata. Bisa jadi cara pandang kita terhadap kebudayaan juga ikut berubah.
Saya memilih tetap menggunakan istilah “perantau terhadap orang Minangkabau yang merantau" bukan “diaspora Minangkabau”. Bukan karena saya menolak istilah diaspora. Tetapi karena saya meyakini bahwa diaspora dan perantau Minangkabau bukanlah dua istilah yang sepenuhnya sinonim.
Diaspora adalah konsep akademik yang berguna untuk menjelaskan penyebaran komunitas. Diaspora dalam pengertian klasik banyak dibangun atas pengalaman dispersal, displacement, separation, dan reconstruction of identity.
Sedangkan merantau adalah konsep kebudayaan yang lahir dari pengalaman budaya orang Minangkabau sendiri. Merantau Minangkabau memiliki dimensi yang berbeda. Dalam tradisi Minangkabau, pergi ke rantau justru merupakan salah satu mekanisme pembentukan kedewasaan dan kemandirian. Merantau merupakan etos orang Minangkabau yang telah membudaya sejak lama.
Karena itu, jangan buru-buru mengganti perantau dengan diaspora hanya karena diaspora terdengar lebih modern. Sebab di balik kata rantau terdapat perjalanan panjang kebudayaan Minangkabau dan di balik kata perantau terdapat manusia yang pergi tanpa harus kehilangan akar.Orang Minangkabau hidup dengan prinsip, “Dima bumi dipijak, disinan langik dijunjuang.” Mereka menghormati bumi tempat ia berada. Mereka menjunjung langit tempat ia hidup, tetapi ia tetap tahu di mana akar budayanya bertaut.
Perantau bukan manusia yang tercerabut dari ranah. Perantau adalah manusia Minangkabau yang memperluas dunianya, tanpa kehilangan dirinya. Dan karena itulah, menurut saya, perantau Minangkabau tidak perlu diganti namanya menjadi diaspora.
Jangan lagi memakai istilah Diaspora untuk Perantau Minangkabau. Sebab ketika kita mengganti istilah, tanpa sadar kita juga mengganti makna. (***)
Editor : Editor
