Perbedaan ketujuh: perantau mempunyai hubungan genealogis yang tidak hilang karena jarak. Sistem kekerabatan Minangkabau semakin memperkuat perbedaan tersebut. Identitas Minangkabau tidak semata-mata dibangun oleh tempat seseorang tinggal. Ada suku, kaum, dan hubungan genealogis.
Karena itu, seseorang dapat tinggal di rantau tanpa kehilangan hubungan genealogisnya. Ia tetap mempunyai asal-usul, tetap mempunyai kaum, tetap mempunyai suku, tetap mempunyai hubungan sosial dengan ranah. Perpindahan geografis tidak otomatis berarti perpindahan identitas. Jarak tidak selalu berarti keterputusan.
Inilah salah satu karakter paling penting dalam memahami perantau Minangkabau.
Apakah istilah diaspora sama sekali tidak boleh digunakan? Di sini saya ingin menegaskan posisi saya secara akademik.
Saya tidak mengatakan bahwa istilah diaspora haram digunakan dalam penelitian tentang orang Minangkabau. Tentu saja boleh. Seorang peneliti dapat menggunakan teori diaspora sebagai kerangka komparatif untuk membandingkan pengalaman orang Minangkabau dengan komunitas migran lainnya.
Tetapi yang saya persoalkan adalah penyamaan konsep. Diaspora boleh menjadi perspektif analitis. Tetapi jangan sampai diaspora menggantikan konsep lokal “rantau”, “perantau” dan “merantau.” Karena ketika istilah diaspora dijadikan label utama, kita berisiko membaca pengalaman budaya Minangkabau dengan kacamata teori dari luar, sementara masyarakat Minangkabau sebenarnya telah memiliki konsep sendiri untuk menjelaskan pengalaman tersebut.Dalam antropologi dikenal perbedaan antara perspektif _etic_ dan _emic_. Etic menggunakan kategori analitis dari luar untuk menjelaskan suatu masyarakat. Sementara emic berusaha memahami masyarakat berdasarkan kategori dan makna yang hidup dalam masyarakat itu sendiri. Jika masyarakat Minangkabau sejak lama menggunakan konsep rantau dan merantau untuk menjelaskan mobilitas sosialnya, maka istilah tersebut mempunyai legitimasi emic yang sangat kuat.
Memahami suatu masyarakat dari kategori yang hidup dalam masyarakat tersebut merupakan pendekatan yang penting. Maka, sebelum mengatakan “diaspora terhadap perantau Minangkabau”, kita harus terlebih dahulu memahami secara serius apa makna rantau dan merantau dalam kebudayaan Minangkabau.
Ranah Dan Rantau: Dua Sisi Dari Satu Kebudayaan
Bagi saya, hubungan ranah dan rantau dapat dirumuskan dalam satu konstruksi sederhana: Ranah adalah akar, Rantau adalah ruang pertumbuhan. Ranah memberikan identitas,
Editor : Editor
