Airmata Ira

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dan, tentu saja bukan pula yang terakhir.

Karena, beberapa kali bertemu Ira lagi, saya kembali terkesiap, tercenung dan berdecak.

Seperti saat tahun 2023. Saat itu, Maret 2023, ada teman nikahin anaknya. Di Malang. Ira, saya, sama-sama diundang. Juga beberapa teman lain di luar Malang. "Nginep nang omahku wae. Kene ngumpul, crito-crito," kata Ira. Menginap di rumahku saja. Berkumpul. Cerita-cerita, itu ajakan Ira.

Ira memang punya rumah di Malang. Dia selalu tidak harus ke hotel kalau sedang ke Malang. Kota kelahirannyi. Kota tempat dia kuliah S1, di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Salah satu kota favoritnyi.

"Meski kecil, senang bisa punya rumah di Malang," katanyi soal rumahnyi di Malang itu. Rumah tiga kamar yang memang cukup sederhana dimiliki Ira, yang saat membeli rumah itu --sekitar tahun 2013-- adalah Direktur di GAP Inc, perusahaan ritel Amerika.

Termasuk, pada Maret 2023 itu. Selain untuk menghadiri nikahan Ira menyelesaikan pekerjaannya di ASDP di Surabaya.

Tidak hanya saya yang diundang menginap di rumahnyi. Pun teman-teman sesama undangan pernikahan. teman itu, untuk nginap di rumahnya. Ira hanya minta dibawakan pisang goreng dan mi godok (mi rebus).

Sampai di rumah Ira saya sempat heran kok tidak ada mobil di depan rumahnyi. Saya teringat ke teman-teman yang jadi direksi BUMN, di mana pun. Selalu ada mobil dengan sopir yang menunggu.

"Mungkin sopirnya disuruh pulang. Nginap tempat lain," pikir saya.

Saya ingat rumah Ira hanya tiga kamar. Dua untuk kita teman-temannyi (saat itu berenam, tiga cowok, tiga cewek. Jadi, satu kamar untuk cowok, satu cewek). Satu kamar lagi dipakai pasangan suami istri yang jadi penjaga rumah di Malang. Jadi, mungkin sopirnya disuruh nginap di tempat lain.

Editor : Editor
Sumber : https://disway.id/catatan-harian-dahlan/912960/airmata-ira
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini