Selain pariwisata, dan energi terbarukan, juga membuka peluang investasi di bidang industri pengolahan, perikanan, perkebunan, pertanian dan bidang yang lain.Tentunya kita berharap di tahun 2019 ini, target investasi Rp 4,3 triliun dari PMDN dan PMA dapat terwujud. Jika mengandalkan APBN, APBD provinsi ataupun kabupaten/kota yang jumlahnya terbatas, maka hal tersebut niscaya tidak akan tercapai. Dengan kunjungan ke luar negeri yang merupakan undangan kedutaan besar Indonesia yang ada di negara tersebut, dan kunjungan balasan yang dilakukan diharapkan menjadi ruang untuk mendapatkan investor.
Telah banyak kunjungan balasan dari negara yang dikunjungi untuk menindaklanjuti hasil kerjasama dimaksud. Ada dari Marokko, Norwegia, Amerika Serikat, Australia, Korea, Jepang dan lain-lain. Ada yang on progress dan ada yang telah berjalan.Kunjungan ke luar negeri juga menghasilkan kerjasama dalam bidang peningkatan SDM aparatur. Diantaranya kerjasama dengan Ohio University di Amerika Serikat dan Deakin University di Melbourne Australia. Peningkatan SDM aparatur ini sangat penting demi terlaksananya pemerintahan yang bersih serta berwawasan global. Untuk menindaklanjutinya, Pemprov Sumbar tahun 2019 ini memberangkatkan beberapa orang ASN ke Ohio dan Deakin university untuk memperdalam ilmunya.
Kali ini, Gubernur Sumatera Barat dan rombongan sedang berada di Azerbeijan memenuhi undangan UNESCO dengan agenda menghadiri sidang komite warisan dunia ke 43. Dimana “Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto" masuk kedalam nominasi bersama 34 nominasi lainnya pada kawasan Afrika, Arab, Eropa dan Amerika Selatan. Dan Insyaallah, 7 Juli mendatang akan diumumkan oleh UNESCO. Kita berdoa semoga Kota Sawahlunto mendapatkan kehormatan dari UNESCO.Juga di Azerbaijan, ada rencana kerja sama dg ASAN Xidmat (one stop service) yang merupakan kantor pelayanan terpadu di Azerbaijan dan merupakan instansi peringkat 1 dari PBB dalam hal pelayan perizinan terpadu.
Pemprov Sumbar merencanakan utk mereplikasi sistim dan aplikasi perizinan dari ASAN Xidmat dimaksud untuk diterapkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu dengan cara mengirimkan staf ASN Prov Sumbar untuk dilatih di Azerbaijan.Kunjungan kerja Gubernur Sumatera Barat ke luar negeri merupakan upaya besar untuk memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki, dan itu bukan pelesiran, karena selama berkunjung telah mempunyai agenda yang sangat padat. Hampir tak ada waktu luang karena padatnya acara selama kunjungan dimaksud.Yang perlu dicatat adalah, bahwa kalau ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seorang kepala daerah jangan hanya bergantung ke APBD belaka.(analisa: dikutip dari teras Padek terbit 3/7)
Editor : Adrian Tuswandi, SH