Oleh: Two Efly, Wartawan Ekonomi
Minggu pagi (27/9), sebuah informasi penting dan menarik muncul di WhatsApp Group Top 100.
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menginformasikan rencana reaktivasi jalur kereta api Sumatera Barat. Informasi itu langsung memantik respons anggota grup.
Mayoritas mengapresiasi. Bahkan, "tukang kipeh" pun sepertinya berubah menjadi rasional dan ikut memberikan dukungan. Untuk urusan kereta api, sepertinya hampir semua sepakat.
Mengapa? Karena kereta api bukan barang baru bagi masyarakat Sumatera Barat.
Justru sebaliknya. Kereta api merupakan salah satu moda transportasi darat tertua di Ranah Minang.Sejarahnya panjang. Ketika batu bara Ombilin ditemukan dan kemudian dikembangkan di Sawahlunto, pemerintah kolonial membangun jaringan kereta api untuk mengangkut batu bara dari kawasan tambang menuju Pelabuhan Emmahaven, yang kini dikenal sebagai Teluk Bayur.
Pembangunan jaringan itu kemudian berkembang. Rel menjalar dari Padang menuju Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Muaro Kalaban, dan Sawahlunto.
Jaringan juga berkembang ke Pariaman hingga Sungai Limau.
Pada zamannya, kereta api menjadi urat nadi transportasi Sumatera Barat.
Editor : Editor