Operasional angkutan batu bara Ombilin berakhir pada 2003.
Rel yang dahulu sibuk perlahan menjadi sepi. Dari sepi, akhirnya berhenti.
Sementara itu, jalur-jalur menuju kawasan Darek juga mengalami nasib yang hampir sama.
Jalur Padang Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh–Limbanang tidak lagi menjadi tulang punggung transportasi masyarakat.
Semak dan belukar mulai mengambil alih. Di sejumlah tempat, badan jalan rel bahkan berubah menjadi kawasan permukiman.
Rumah, toko, kedai, dan berbagai bangunan tumbuh di atas atau di sekitar bekas jalur kereta api.Jalur yang dahulu menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lain perlahan kehilangan fungsinya.
Kereta Api “Kembali”
Kini, kereta api akan kembali. Kereta api ternyata tidak benar-benar mati di Sumatera Barat. Pelan-pelan ia hidup kembali. Jalur Padang–Pariaman menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat masih membutuhkan kereta api.
Kemudian berkembang layanan menuju Kayu Tanam dan layanan kereta bandara. Menariknya, respons masyarakat juga semakin positif.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, misalnya, mencatat adanya peningkatan minat terhadap layanan kereta api rute Padang–Kayu Tanam.
Editor : Editor