Jika jalur Padang–Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi kembali tersambung, tentu basis pasarnya akan jauh lebih luas. Apalagi kawasan yang dilayani bukan kawasan kosong.
Di sana ada pusat pendidikan, pusat perdagangan, kawasan wisata, sentra pertanian, pasar, perkantoran, serta masyarakat yang setiap hari bergerak dari satu kota ke kota lain.
Tidak Sebatas Penumpang
Menurut saya, kesalahan kita selama ini adalah melihat kereta api hanya dari jumlah penumpang. Padahal manfaatnya jauh lebih besar.
Ada penghematan waktu, penghematan biaya perjalanan, pengurangan penggunaan BBM, pengurangan kendaraan di jalan raya, pengurangan beban jalan, serta potensi pengembangan kawasan di sekitar stasiun.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah efisiensi logistik. Bayangkan barang dari Darek menuju Padang tidak semuanya harus dibawa menggunakan truk.
Bayangkan hasil pertanian dari Tanah Datar, Agam, dan kawasan sekitarnya memiliki pilihan moda transportasi lain menuju pusat perdagangan.Bayangkan semen, bahan pangan, hasil perkebunan, dan berbagai komoditas dapat diangkut dengan kereta api dalam jumlah besar.
Di sejumlah negara maju dan KAI sendiri menyebutkan konektivitas rel dengan kawasan industri dan pelabuhan dapat membuat distribusi lebih efisien biaya mobilisasi logistik dapat ditekan hingga 40 persen sehingga produk menjadi lebih kompetitif.
Sekali lagi, jangan hanya menghitung berapa orang yang naik kereta. Hitung juga berapa biaya ekonomi yang dapat dihemat.
Mengurai Kemacetan
Ada manfaat lain yang tidak kalah penting: mengurai kemacetan. Saat ini jalan raya menjadi tumpuan hampir semua jenis mobilitas.
Editor : Editor