Reaktivasi Kereta Api

Two Efly, Wartawan Ekonomi. (Foto: Ist)
Two Efly, Wartawan Ekonomi. (Foto: Ist)

Padang Panjang kembali memiliki hubungan rel dengan Bukittinggi.

Dari sisi lain, Padang Panjang terhubung dengan Solok, kemudian Muaro Kalaban hingga Sawahlunto.

Artinya, yang dihidupkan bukan sekadar rel. Yang dihidupkan adalah jaringan ekonomi.

Belajar dari Ibu Kota

Mampukah kereta api menjemput kembali kejayaannya? Sangat mungkin. Kita bisa belajar dari Jakarta.

Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 melayani 349,31 juta pengguna, atau rata-rata sekitar 957 ribu perjalanan pengguna per hari.

Angka tersebut menunjukkan bagaimana kereta api dapat menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat perkotaan.

Sumatera Barat tentu tidak membutuhkan angkutan sebesar Jakarta. Konteksnya berbeda.

Namun, prinsipnya sama. Kereta api dapat menjadi transportasi massal yang murah, terjadwal, dan mampu mengangkut masyarakat dalam jumlah besar.

Data BPS juga memperlihatkan bahwa permintaan terhadap kereta api terus ada.

Pada 2026, jumlah penumpang kereta api Sumatera Barat tercatat sekitar 198.650 orang pada Mei, 226.910 pada Juni, dan 217.280 pada Juli.

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini