Jalur Padang–Padang Panjang dan Padang Panjang–Bukittinggi mulai beroperasi pada 1891. Jalur Padang Panjang–Solok dan Solok–Muaro Kalaban menyusul pada 1892.
Muaro Kalaban–Sawahlunto kemudian tersambung pada 1894, sedangkan jalur Bukittinggi–Payakumbuh selesai pada 1896.
Artinya, lebih dari satu abad lalu masyarakat Sumatera Barat sudah mengenal konektivitas antarkawasan dengan kereta api.
Kereta api bukan sekadar mengangkut orang. Ia mengangkut ekonomi. Batu bara bergerak. Hasil bumi bergerak. Orang bergerak. Kota-kota tumbuh di sepanjang lintasan rel.
Ombilin, Pembuka dan Penutup
Ada satu bab penting dalam sejarah perkeretaapian Sumatera Barat: batu bara Ombilin.
Penemuan dan pengembangan tambang batu bara Sawahlunto menjadi salah satu alasan utama dibangunnya jaringan rel di Sumatera Barat. Rel menjadi penghubung antara tambang dengan pelabuhan.
Dari Sawahlunto, batu bara diangkut menggunakan kereta api menuju Emmahaven atau Teluk Bayur untuk kemudian dikirim ke berbagai tujuan.Pada masa itu, kereta api benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi.
Namun, sejarah kemudian berubah. Produksi batu bara Ombilin terus menurun.
Akhirnya, angkutan batu bara melalui jalur Sawahlunto–Muaro Kalaban–Solok–Padang ikut berhenti.
Editor : Editor